PSSI Resmi Menghentikan Liga 2 dan Liga 3 2022/2023

PSSI resmi menghentikan kelanjutan Ligue 2 musim 2022/2023. Keputusan tersebut diambil melalui rapat Komite Eksekutif pada Kamis (1 Januari 2023) di kantor PSSI, GBK Arena.

Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan, keputusan tersebut didasarkan pada sejumlah faktor. Dia mengatakan, penangguhan Liga 2 juga atas permintaan klub.

“Sebagian besar klub Liga 2 meminta untuk tidak dilanjutkan. Hal ini terjadi karena ada inkonsistensi konseptual antara klub dan operator tentang konsep melanjutkan dan sulit untuk menyelesaikan Piala Dunia U-20 2023 sebelum pelaksanaan atau kelanjutan Liga 2. 20 Mei 2023,” kata Yunus Nusi dilansir laman resmi PSSI.

Yunusnus juga menyebut ada rujukan dari tim transisi sepak bola Indonesia. Pasca tragedi Kanjuruhan, tim renovasi menemukan sarana dan prasarana venue klub Liga 2 tidak memenuhi syarat.

“Perpol No. 10 Tahun 2022 mengatur prosedur perizinan baru yang memperhatikan waktu pemberitahuan, pengajuan proposal dan izin, serta bantuan pengamanan,” kata Yunus Nusi.

Dalam rapat tersebut, Dewan Eksekutif juga memutuskan dan memerintahkan PT.LIB untuk memfasilitasi pembentukan operator baru untuk penyelenggaraan Liga 2. Untuk Liga 1, permainan akan berlanjut tanpa ada degradasi.

Hal ini dikarenakan adanya penyesuaian pertandingan Liga 2 yang tidak berjalan. Adapun untuk keikutsertaan wakil Indonesia di kompetisi AFC 2023/2024, PSSI akan menggelar laga play-off yang akan dilanjutkan dengan pertandingan antara juara Liga 1 2021/2022 melawan juara Liga 1 2022/2023.

Akhirnya liga nasional putaran 3 2022/2023 resmi dibubarkan. Untuk Asplov yang sudah dirotasi, kuota masih bisa digunakan untuk pertandingan berikutnya.

Menilik dari banyaknya pesan yang beredar di media sosial, sebanyak 20 dari 28 tim memutuskan untuk tidak melanjutkan kompetisi Liga 2 musim 2022-2023. Di saat yang sama, Yunus Nus juga menyebut lanjutan Liga 2 akan sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 yang digelar pada 20 Mei 2023.

“Hal itu terjadi karena konsep lanjutan Liga 2 tidak sesuai antara klub dan PT Liga Indonesia Baru. Selain itu, lanjutan Liga 2 sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 yang dimulai pada 20 Mei 2023, “lanjut Yunus Nusi.

Sarana dan prasarana masih belum sesuai syarat dan ketentuan karena usulan Tim Transformasi Sepak Bola Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan,” kata Yunus Nusi.

Alasan terakhir pemecatan terkait Liga 2 dan Liga 3 2022-2023 terkait Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2022. Perpol merupakan bagian dari upaya meningkatkan penyelenggaraan kompetisi yang baik dalam sepak bola Indonesia.

“Ketiga, kami sangat berterima kasih atas Perpol No. 10 Tahun 2022, Perpol ini merupakan bagian dari peningkatan pelaksanaan persaingan yang baik dengan memperhatikan waktu notifikasi, pengajuan proposal dan perizinan, serta bantuan pengamanan,” pungkas Yunus Nusi.

Dengan dihentikannya Liga 2 dan Liga 3 2022-2023, PSSI pun membatalkan sistem degradasi Liga 1 2022-2023. Artinya, tidak ada tim yang akan promosi atau degradasi musim ini.

Selain itu, ada alasan lain keputusan tidak melanjutkan Liga 2 2022-2023. Sebelumnya, akibat Tragedi Kanjuruhan pada awal Oktober 2022, tim transisi sepak bola Indonesia kurang memiliki kelayakan infrastruktur yang layak.

 

PSSI harus membeberkan 20 klub yang menuntut Liga 2 dihentikan

Manajer Persipura Jayapura Yan Mandenas mendesak PSSI membeberkan nama-nama klub yang diduga menolak melanjutkan Liga 2 2022/2023.

PSSI mengungkapkan dalam keterangan resminya bahwa keputusan penghentian Liga 2 berdasarkan permintaan mayoritas peserta kompetisi.

Mendenas kecewa dengan keputusan PSSI. Manajer Persipura itu meminta PSSI membeberkan nama-nama klub yang meminta Liga 2 dihentikan. 20 klub dikatakan menolak untuk menghentikan Liga 2. Jumlah klub di Liga 2 adalah 28 tim.

“Pertama-tama, kami menyayangkan keputusan Komite Eksekutif PSSI yang terkesan terburu-buru, karena 20 klub ini berbasis klub mana? Harus dikomunikasikan secara detail ke publik. Masih banyak klub yang menginginkan ini. kompetisi untuk melanjutkan,” kata Mendenas. Katakanlah.

“Jadi tenang saja dan kemudian hasil pertemuan akan dipublikasikan dan diedarkan secara luas di media sosial karena semua keputusan harus diperhitungkan, kecuali 20 klub ini, dan lainnya yang masih setuju liga harus dilanjutkan. ..,” katanya melanjutkan.

Mandenus mengatakan Exco PSSI tidak boleh mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan klub-klub yang menginginkan Liga 2 tetap berjalan. Selain Persipura, klub seperti Bekasi City FC dan Semen Padang menginginkan Liga 2 tetap berjalan.

“Kalau keputusan Exco mewakili 20 klub, bagaimana suara klub lain yang ingin Liga 2 dilanjutkan? Apakah klub yang ingin dilanjutkan bukan bagian dari keanggotaan PSSI? Peraturan? Manualnya ada di Proses Kompetisi? Kita harus bertanya, kata Mandelnus.

“Apapun yang menjadi keputusan harus siap dengan resikonya, resiko itu perlu dipertimbangkan, apakah klub setuju atau tidak setuju, itu harus diselesaikan, bukan berarti keputusan itu sepihak, jadi tidak baik untuk klub lain,” katanya.

 

3 Alasan PSSI Hentikan Liga 2 2022/2023

Alasan pertama, sebagian besar klub Liga 2 menuntut liga dihentikan. Hanya saja, Yunus-Nus tidak menyebut secara spesifik berapa klub yang mengajukan usulan tersebut.

Alasan kedua adalah penghentian Liga 2, karena memenuhi usulan tim transformasi sepak bola Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan. Tim menyatakan sarana dan prasarana klub Liga 2 tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Alasan ketiga, hal ini sesuai dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022. Perpol menetapkan batas waktu kompetisi maksimal 14 hari sebelum waktu kompetisi.

Related Posts